
Blora- Luki Nurhakim menunjukkan kecintaannya pada Persikaba secara total. Kedisiplinannya yang sangat tinggi membuatnya menjadi stopper Laskar Aryo Penangsang yang mementahkan serangan lawan. Jika serangan itu sangat berbahaya, Luki tidak segan menutup serangan lawan dengan langkah atraktif yang dramatis.
Berjuang keras sepanjang pelaksanaan Liga Nusantara Zona Jateng 2016 bersama Persikaba Blora. Perjuangannya membuahkan hasil sehingga mengantarkan Persikaba menuju babak final.
Luki Nurhakim lahir di Bandung pada tanggal 15 April 1992. Pasca pelaksanaan Liga Nusantara zona Jateng 2016 Luki menyempatkan diri kembali ke kampung halamannya untuk berkumpul bersama keluarganya di Kampung Celi Badak Jalan Ipik Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta Jawa Barat.
Luki mengawali karirnya di PSKC pada tahun 2006, dilanjutkan dengan membela Persib U-18 dan U-21. Selain itu, Luki juga pernah memeperkuat Persija Jakarta, PPSM Magelang, Persipo Purwakarta, Persikad Purwakarta dan PSMS Medan. Tahunn 2016, Luki bergabung memperkuat Laskar Aryo Penangsang.
Riqi Nugraha kiper Persikaba adalah tokoh penting yang berhasil menarik Luki untuk memperkuat lini belakang Laskar Aryo Penangsang. Dalam penuturannya, Luki mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Saminista. Baginya, Saminista tanpa kenal lelah meghijaukan tribun untuk mendukung laga Laskar Aryo Penangsang.
“ Saya salut dengan Saminista. Mereka selalu bikin berisik dan bikin hijau tribun pas kita bermain. Ini yang membuat kita bersemangat” tuturnya.
Dalam bermain Luki terinspirasi dengan permainan Nemanja Vidic, bek kiri Internazionale Milano yang mampu menjaga lini belakang dan mencetak gol. Sedangkan di tanah air Luki mengidolakan sang legenda, Bambang Pamungkas [.]
Reporter : J. Priyanto
Foto : Az Zulfa