UPBU SEBUT AMBROLNYA ATAP PLAFON BANDARA NGLORAM TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR

Blora – Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Dewadaru, Ariadi Widiawan, menyebutkan ambrolnya atap plafon terminal Bandara Ngloram lantaran faktor alam.

“Dari atas kan tinggi dia (air hujan-red), trus airnya masuk. Karena kecepatannya itu 15-20 knote. Yang namanya gypsum kalau kena air langsung bredel, karena faktor alam,” ucap Ariadi yang dijumpai di sela-sela kunjungan tiga menteri di aula STEM Akamigas Cepu usai dari Bandara Ngloram, Minggu (22/08).

 

UPBU SEBUT AMBROLNYA ATAP PLAFON BANDARA NGLORAM TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Dewadaru, Ariadi Widiawan.

 

Ariadi mengatakan tidak ada kesalahan kontruksi dan melihat persoalan ini menjadi besar karena viral di media sosial. Dirinya juga menyebutkan kerusakan plafon hanya 10 meter.

“Yang bikin heboh itu viral di media sosial. Kerusakannya ini hlo, plafon 10 meter. Itu kan kena air kan, anginnya tinggi, Itu kan polycarbonat ,kalau misalkan kena panas memuai, kalau dia dingin ambrol gitu hlo,” tegasnya.

Menurutnya, perbaikan atap plafon itu menjadi tanggungjawab kontraktor karena masih tahap pemeliharaan proyek. Jika memang kontraktor melewati masa pelaksanaan maka akan dikenakan denda.

“Kita sudah koordinasi dengan pimpinan, kita akan melakukan evaluasi teknis dengan direktorat teknik yang akan turun. Yang kedua segera kontraktor untuk memperbaiki karena ini masa konstruksi bukan peresmian,”tandasnya.

Atap plafon ambrol sehari sebelum kedatangan tiga menteri. Yakni, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Disinggung apakah menteri juga melihat hal tersebut, Ariadi menyebutkan, menteri juga melihatnya, dan bagian atap plafon yang ambrol sudah dibersihkan. jadi tidak mempengaruhi aktivitas di Bandara Ngloram.

“Cuma dibersihkan, Pak Menteri lihat dong. Nanti kita evaluasi, namanya alam mau gimana lagi ??,” pungkasnya.(Spt)