Blora- Untuk memenuhi kebutuhan tenaga Guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kabupaten Blora mengajukan 1.029 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan direkrut pada tahun 2021. Jum’at (05/03).

Kebijakan tersebut diambil mengingat banyaknya jumlah guru yang akan pensiun di 2021 hingga dengan 2025. Tentu juga mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah di Kabupaten Blora.
“Ini baru kami ajukan, kalau ada yang mengatakan sudah ada perekrutan itu tidak benar. Jadi di 2021 ini baru mengajukan,semula kita ajukan 605 namun sekarang 1.029,” terang Plt BKD Blora, Heru Eko Wiyono melalui Kepala Bidang Perencanaan dan Administrasi Pegawai, Tarkun.
Menurutnya, dari jumlah 1.029 tersebut rinciannya adalah untuk guru 848, tenaga kesehatan 89, tenaga teknis 20, sementara untuk CPNS ada 27 tenaga kesehatan, 47 tenaga teknis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Blora, Hendi Purnomo mengaku jika pihaknya sudah mengajukan sebanyak 3.009 untuk empat tahun ke depan. Sementara untuk tahun ini Guru Tidak Tetap (GTT) sendiri sekitar 700 – 800 an. Belum termasuk PTT.
“P3K itu kan program pusat, jadi sebagai syaratnya harus yang sudah terdaftar data pokok pendidikan (Dapodik). Kalau yang baru masuk GTT, ya belum bisa. Justru yang perlu diperhatikan adalah PTT, seperti TU, penjaga sekolah,” pungkasnya. (Jyk)