SERAPAN ANGGARAN COVID-19 DI KABUPATEN BLORA

Kepala BPPKAD Blora, Maskur)
Kepala BPPKAD Blora, Maskur (foto: Infopublik)

Blora- Serapan Anggaran Covid-19 Kabupaten Blora untuk bidang kesehatan diklaim sudah mencapai 57 persen, sedangkan penanganan dampak ekonomi dan sosial mencapai 63 persen.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora, Maskur menerangkan bahwa penanganan pandemi Covid-19 dibagi menjadi tiga yakni penanganan dampak kesehatan, ekonomi dan sosial. 

”Untuk penanganan dampak kesehatan sudah mencapai 57 persen dari anggaran total sebanyak Rp 47 Miliar. Itu sudah termasuk insentif terhadap tenaga kesehatan sebesar sektiar hampir Rp 4 Miliar,” ucap Maskur.

Sementara itu, untuk penanganan bidang sosial diserahkan langsung kepada pihak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A), sedangkan bidang ekonomi di pihak Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (Dindagkop-UMKM). 

”Untuk sektor sosial dan ekonominya lebih dominan di sosialnya. Dua bidang itu totalnya sekitar Rp 15 Miliar, di sosialnya saja sebesar Rp 14,6 Miliar. Bidang ekonominya hanya sebelum lebaran itu, ada subsidi sembako pasar murah,” tambahnya

Lebih lanjut, Maskur menyampaikan untuk penanganan dampak kesehatan anggaran tersebut diproyeksikan hingga akhir tahun. Sedangkan, dampak sosial dan ekonomi proyeksi penganggarannya hanya sampai September.

”Untuk dampak sosial dan ekonomi nantinya kalau ada instruksi dari pusat ya bisa sampai akhir tahun,” pungkasnya. (Jyk)