PMII BLORA GALANG KOIN SELAMATKAN BANK BLORA ARTHA

Blora, BLORA NEWS – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Blora menggelar aksi galang koin sebagai bentuk kritik terhadap pengelolaan BUMD BPR Bank Blora Artha yang dinilai tidak profesional oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.

Aksi galang koin tersebut dihelat jajaran PC PMII Blora di pertigaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora pada Rabu (10/7) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Ketua Umum PC PMII Blora, Miftah Khoirun Najib mengatakan, aksi galang koin ini merupakan bentuk kepedulian PC PMII Blora terhadap kondisi BPR Bank Blora Artha yang sedang dilanda berbagai kasus. Tak terkecuali dugaan kasus penyelewengan yang dilakukan oleh oknum petinggi BPR Bank Blora Artha.

“PMII merasa perlu mengambil tindakan untuk menyelamatkan aset berharga milik masyarakat Blora. Kami ingin BPR Bank Blora Artha tetap bisa berjalan dengan baik, membantu perekonomian rakyat, dan berkontribusi untuk pembangunan daerah,” ujarnya.

Mewakili pihaknya, Najib berharap agar aksi galang koin ini dapat menyadarkan Pemkab Blora untuk lebih serius dan profesional dalam mengelola BUMD BPR Bank Blora Artha. Selain itu, ia juga mendesak agar dugaan kasus penyelewengan segera diusut tuntas dan para pelaku diadili sesuai hukum yang berlaku.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mendukung perbaikan pengelolaan BPR Bank Blora Artha,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, akibat kredit macet bernilai puluhan miliar rupiah, BUMD Bank Blora Artha diadukan ke Kejaksaan Negeri Blora. Diketahui hingga saat ini ada tiga pejabat yang dipanggil. Masing-masing adalah Kabag Analisa dan Suport Kredit, Kabag Pemasaran dan Kasubag Analisa dan Suport Kredit.

Pemanggilan sendiri telah berlangsung sebanyak dua kali. Yakni pada Hari Rabu (3/7) dan Kamis (4/8) lalu Sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Hingga berita ini diunggah, Direktur Utama Perumda BPR Bank Blora Artha belum bisa dihubungi untuk mengonfirmasi kebenaran pemanggilan tersebut. Namun, sebelumnya dirinya telah mengonfirmasi bahwa dugaan kasus kredit macet itu benar adanya. (Dj)