Semarang, BLORANEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), Imunisasi Kejar, dan Population Clock bersama BKKBN di Gedung Wisma Perdamaian, Semarang, Rabu (7/8/2024).
Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar, menyampaikan bahwa Perpres 72 Tahun 2021 menekankan perlunya mencapai imunisasi dasar lengkap untuk anak di bawah lima tahun sebagai bagian dari strategi penurunan stunting. Pandemi COVID-19 telah mengganggu pelaksanaan imunisasi rutin, mengakibatkan penurunan cakupan yang signifikan serta peningkatan kasus Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) seperti campak, rubela, dan difteri.
Yunita menegaskan perlunya kolaborasi dalam pelaksanaan BIAS, yang meliputi imunisasi tambahan campak-rubela, HPV, DT, dan Td untuk anak-anak di sekolah dasar.
“Masyarakat diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi yang diperlukan,” ujarnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Jateng, Shinta Nana Sudjana, menyebutkan bahwa BIAS dilaksanakan dua kali setahun, pada Agustus dan November, untuk imunisasi Campak-Rubela, HPV, DT, dan Td. Capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) dari Januari hingga Juni 2024 baru mencapai 38,62%, dengan hanya lima kabupaten/kota yang memenuhi target IDL. Shinta menginstruksikan agar daerah yang belum mencapai target melakukan imunisasi kejar dan sweeping untuk mengatasi kekurangan tersebut.
Dia juga menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan BIAS dan Imunisasi Kejar, serta memanfaatkan inovasi Population Clock dari BKKBN untuk meningkatkan pemahaman tentang isu kependudukan.
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menjelaskan bahwa Population Clock bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai jumlah penduduk dan isu terkait seperti pendidikan dan kesehatan, untuk perencanaan pembangunan yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Shinta Sudjana memantau pelaksanaan BIAS dan memberikan semangat kepada anak-anak.
“Imunisasi ini tidak menyakitkan dan penting untuk mencegah kanker serviks,” ujar Shinta. (Dj)