Blora- Manajemen RSUD dr Soetijono Blora meminta maaf atas pelayanannya yang dinilai telah mengecewakan pasien. Selanjutnya, pihak rumah sakit akan segera melakukan tindak lanjut ke staf pelayanan.
“Suwun informasinya. Segera kami tindaklanjuti ke staf kami yg ada di pelayanan,” ucap Direktur RSUD dr Soetijono Blora, dr Nugroho Adiwarso melalui Kabid Pelayanan, dr Jamil Muhlisin, Sabtu (23/03).
Seperti diberitakan sebelumnya, Keluarga koban lakalantas yang menimpa Engky Didik Santoso (21), warga Desa Muraharjo Kecamatan Kunduran, Blora, merasa kecewa dengan pelayanan RSUD dr Soetijono Blora. Pasalnya, alih-alih dilayani dengan baik, korban laka lantas justru terkesan diabaikan.
Kronologi lakalantas yang menimpa Engky bermula saat pemuda ini berkendara dengan sepeda motor, melintas di kawasan SPBU Kunduran, Desa Jagong Kecamatan Kunduran beberapa hari lalu. Di lokasi tersebut, Engky ditabrak pemotor yang diketahui merupakan warga Kunduran.
Saat di RSUD dr Soetijono, keluarga korban dikejutkan dengan informasi dari tim medis rumah sakit tersebut. Dikatakan, kaki kanan korban yang patah akan diamputasi. Pihak keluarga pun berharap ada jalan lain untuk mencegah amputasi tersebut.
Akhirnya, keluarga berharap korban mendapatkan perawatan di tempat lain dengan meminta surat rujukan, pihak RSUD Blora sempat menolak permintaan ini.
Keluarga pun membawa korban ke RS Ortopedi dr Soeharso Solo, karena tidak mengantongi surat rujukan, rumah sakit ini tidak berani menerima korban. Untungnya, korban dibantu rujuk ke RS dr Moewardi Solo.
“Mohon maaf apabila ada pelayanan dari RSU Blora yang kurang berkenan. Semoga putranya segera membaik,” pungkas dr Jamil.
Berdasarkan informasi dari orang tua korban, Sodik (54), pemuda itu kini telah dirawat di RS dr Moewardi Solo dan telah menjalani operasi pertamanya. Selanjutnya, korban menunggu proses pemulihan dan akan menjalani operasi selanjutnya. (not)