Blora – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora mengalami keresahan. Pasalnya, instalasi pengolahan air yang bersumber dari air bengawan solo tercemar dengan limbah ciu.
Dirut PDAM Blora, Yan Rian Pramono mengungkapkan PDAM Blora memiliki total pelanggan sebanyak 20.700 pelanggan. Sedangkan air baku yang mengandalkan dari bengawan solo sebanyak 12.000 pelanggan.
“Sumber air yang mengandalkan bengawan solo sebanyak 12 ribu pelanggan. Air dari bengawan solo ini untuk memenuhi kebutuhan air di 5 kecamatan. Yakni Cepu, Sambong, Jiken, Jepon dan Blora,” ungkapnya kepada Bloranews.com, Jumat (10/09).
Pihaknya berupaya semaksimalnya untuk mengolah air untuk disalurkan ke pelanggan. Namun apabila air terlalu pekat dan tak bisa di olah, terpaksa penyaluran air ke pelanggan akan dihentikan.
“Kita berusaha mencampurkan lumpur agar warna air bisa menjadi jernih. Mudah – mudahan ada hujan turun untuk mengurai warna air. Ketar – ketir (khawatir-red) juga kita ini,” harapnya.
Kondisi saat ini, air bengawan solo yang melintas di Kabupaten Blora masih berwarna hitam pekat akibat tercemar limbah Ciu di hulu sungai.
“Kemarin air masih relatif aman untuk diolah. Hari ini air yang tercemar dari hulu sudah mulai masuk ke instalasi pengolahan air. Ini kita berusaha menjernihkan airnya,”pungkasnya. (Jyk)