Ngawi- Paguyuban supir desa Bangkleyan kecamatan jati kabupaten Blora melakukan kegiatan pengerasan (grosok) Jalan penghubung Blora- Ngawi membentang sepanjang 2.7 KM lintasi desa Karanganyar, Mengger dan Gembol di kecamatan Karanganyar Kabupaten ngawi.

Kegiatan tersebut berangkat dari keresahan para supir atas kondisi jalan yang memprihatinkan hingga membuat kendaraan kerap tergelincir dan ambles.
Tri Widodo (41) Supir truk asal Blora, menyampaikan keresaahannya mengingat jalan tersebut merupakan satu satunya jalan penghubung untuk mengangkut hasil panen.
“Kendaraan kami sering terjebak tidak bisa jalan, pak. biaya kerusakan tidak seimbang dengan penghasilan. Kami berharap ada arahan dan saran dari pemerintah terkait kondisi ini, ” Papar Tri.
Kepala desa Bangkleyan, Mulyono menyampaikan bahwa jalan tersebut merupakan kepentingan bersama, sehingga dibutuhkan kontribusi bersama antara pemerintah yang berada di wilayah Provinsi Jawa tengah maupun Jawa timur.
Dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan Supir untuk memadatkan jalan dan untuk menindaklanjuti kegiatan tersebut, dirinya bermaksud untuk mencari solusi atas kondisi jalan yang rusak tersebut.
“Pemerintah Desa Bangkleyan akan melakukan kunjungan resmi kepada desa Karanganyar, Mengger dan Gembol untuk bersama-sama memikirkan kondisi jalan.”
Sejumlah pihak turut andil dalam kegiatan tersebut antara lain pemerintah Pemerintah Desa Karanganyar, Mengger, Gembol dan bangkleyan. Hadir juga Polsek Karanganyar, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Polhut.
Pengerasan jalan dilakukan dari hasil swadaya para supir dan pengerjaan dibantu oleh 12 dusun yang ada di desa Bangkleyan. Pemadatan tersebut sekiranya membutuhkan kisaran 200 truk batu grosok namun baru tersedia 50 truk. (Jml)