Blora ( 29/02/2016 ) Memiliki bentang geografis berupa punggung Pegunungan Kendeng, membuat pendakian dan aktivitas hiking menjadi salah satu potensi pariwisata dan olahraga Blora di masa depan. Selain punggung Pegunungan Kendeng, bukit – bukit di banyak kecamatan di Blora dapat menjadi wahana pengembangan pariwisata dan olahraga. Mulai dari kecamatan Todanan dengan Puncak Manggir, Kecamatan Bogorejo dengan Puncak Krekep dan Puncak Pencu, Kecamatan Jiken dengan Puncak Janjang seolah menantang para pendaki dan pecinta olahraga gunung untuk menaklukkan puncak – puncaknya.

Selain pelesir dan pendakian, salah satu potensi olahraga dengan bentang geografis ini adalah panjat tebing ( rock climbing ). Menurut International Federation of Sport Climbing, olahraga panjat tebing merupakan olahraga yang merupakan modifikasi dari aktivitas mendaki gunung dengan keistimewaan memilih medan yang tidak bisa dilalui dengan berjalan kaki biasa. Medan yang dipilih harus merupakan daerah ( medan ) berkontur batuan tebing, dengan sudut kemiringan ( elevasi ) lebih dari 45 derajat dan memiliki kesulitan tertentu. Di Kabupaten Blora, dengan sedikit eksplorasi para pecinta panjat tebing dapat memperoleh medan yang sesuai dengan kriteria – kriteria tersebut.

Catatan – catatan emas dalam hal panjat tebing telah ditorehkan putra – putra terbaik bangsa. Pada tahun 1990 diselenggarakan Lomba Panjat Dinding Nasional di Jakarta sebagai audisi untuk misi menaklukkan Cartenz Pyramid di Puncak Jaya ( Papua ). Tujuh tahun kemudian, satuan militer kebanggaan Indonesia Kopassus yang tergabung dalam ekspedisi sipil – militer ke Puncak Everest di Pegunungan Himalaya dan berhasil mencapai puncak. Asmujiono dan Misirin dari Kopassus menjadi orang Asia Tenggara pertama yang mencapai Puncak Everest ( Pegunungan Himalaya ) di Nepal dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Puncak itu.

Di Kabupaten Blora, olahraga panjat tebing di populerkan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia ( FPTI ) Kabupaten Blora. Abah Nur Fatoni ( 54 ) salah satu senior olah raga panjat tebing di Kabupaten Blora dengan intensif melatih para pemanjat – pemanjat tebing muda. Demi meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pemanjat – pemanjat muda Kabupaten Blora, Abah Nur Fatoni memperkenalkan kompetisi – kompetisi yang ada di tingkat Kabupaten Blora bahkan Provinsi Jawa Tengah.
Dalam membina para pemanjat – pemanjat muda ini, terdapat beberapa kesulitan. “ kadang, kami ( FPTI Kabupaten Blora ) kesulitan mendapatkan izin dari para orang tua pendaki, selain itu dalam sesi latihan rutin cuaca yang tidak menentu kerap menjadi kendala “ ujar Abah.

Beberapa waktu yang lalu ( 26 – 28 februari 2016 ) , Abah Fatoni mendampingi para pemanjat – pemanjat muda Kabupaten Blora untuk mengikuti Specta Climbing Competition, sebuah kompetisi panjat dinding yang diselenggarakan oleh Mapala ( Mahasiswa Pecinta Alam ) Specta, IAIN Surakarta. Para pemanjat muda ini adalah Malina Laura R ( SMP N 2 Blora ) dan Najiha untuk pemanjat putri, sedangkan pemanjat putra adalah Catur Widodo ( SMA Katolik Wijaya Kusuma Santo Pius Blora ) dan Krisbiantoro ( SMK Kristen Blora ).

Potensi pengembangan panjat tebing di Blora sangat mungkin dilakukan, mengingat banyaknya titik – titik panjat di Blora. Di Bogorejo, terdapat tebing Gowok Gogor yang berdiri kokoh dan siap dipanjat. Tebing ini terletak di desa Nglengkir dengan ketinggian sekitar lima belas meter. Tersusun atas batuan alam yang cukup keras dan kemiringan yang cukup.Peran intensif pemerintah daerah sangat signifikan dalam mendukung kegiatan bermanfaat ganda ini, sebagai wahana olahraga serta mempromosikan pariwisata Blora.
Reporter : Alif Prasetyo
Fotografer : Aliph Bengkong II