Blora – Gabungan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Blora performance tari Sesonderan dalam acara pameran Rekam Jejak di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Blora.
Ketua Tim Tari, Nindiani Karimatul Hidayah menjelaskan makna tari sesonderan, gerakan-gerakan dalam tari tersebut sampai beberapa kegunaan aksesoris sampur. Ia menganggap tarian sesonderan itu tidak membuat orang merasa bosan.
“Dalam tarian ini tidak dibatasi berapa jumlah penarinya, tarian ini sifatnya umum, tidak terlalu digunakan di acara-acara resmi. Salah satu fungsinya sebagai hiburan dan cenderung merakyat,” jelasnya usai performance tari, Jumat (08/01).
Salah satu dosen STAI Muhammadiyah Blora, Eko Bayu Gumilar berharap, adanya pameran seni ini tidak hanya sekarang saja tetapi di waktu-waktu ke depan bisa melibatkan teman-teman yang memiliki bakat. Salah satunya seni tari.
“Saya merasa beruntung, mas, ketika ada mahasiswa yang ternyata mereka memiliki bakat terpendam dalam kesenian tari, sayang jika potensi kebudayaan itu tidak dikembangkan di Jawa khususnya di Blora,” harapnya.
Performance tari sesonderan tersebut dibawakan oleh 4 penari dari STAI dan STKIP Muhammadiyah Blora. Diketahui para mahasiswa tersebut berlatih menari secara otodidak. (Jam).