MAHASISWA INI KENALKAN MATEMATIKA DETIK KE PELAJAR SD

Kiki Anggraini, Mahasiswa UIN Walisongo, bersama rekannya memberikan sosialisasi dan pengenalan matematika detik
Kiki Anggraini, Mahasiswa UIN Walisongo, bersama rekannya memberikan sosialisasi dan pengenalan matematika detik

Blora – Dunia keilmuan terus berkembang dengan pesat, penemuan demi penemuan satu persatu muncul mulai bidang teknologi hingga bidang pendidikan. Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan, munculnya pandangan baru mengenai ilmu bidang matematika yaitu matematika detik.

 

Kiki Anggraini, Mahasiswa UIN Walisongo, bersama rekannya memberikan sosialisasi dan pengenalan matematika detik
Kiki Anggraini, Mahasiswa UIN Walisongo, bersama rekannya memberikan sosialisasi dan pengenalan matematika detik

 

Matematika Detik merupakan bagian dari matematika yang menjadi sebuah instrumen untuk mengasah intuisi. Intuisi adalah pikiran spontan yang muncul langsung dari otak baik eksternal maupun internal.

Kiki Anggraini, Mahasiswa UIN Walisongo, bersama rekannya memberikan sosialisasi dan pengenalan matematika detik kepala siswa SD di Gadu Kecamatan Sambong Kabupaten Blora. 

“Saya berharap datangnya sosialisasi kali ini dapat memberikan pengenalan dan wawasan baru kepada adik – adik semua,” jelas Kiki. (17/10)

Menurutnya, tujuan dari sosialisasi program matematika detik dapat membantu masalah siswa terutama gagap hitung dan tidak menyukai pelajaran matematika. 

“Program matematika detik terkait operasi bilangan pada TKKB (Tambah Kurang Kali Bagi). Jadi operasi bilangan dapat dijadikan dasar sebagai modal perhitungan.  Cara yang dilakukan salah satunya siswa diajak untuk melatih fokus pada setiap materi.” ungkapnya.

Matematika detik dapat dijadikan salah satu alasan akan fokus terkait materi yang diberikan. Fokus disini bisa didapat dari siswa saat mengerjakan sebuah operasi bilangan salah satunya operasi tambah. 

Sebanyak 182 soal dari konvensional maupun gadget kita berikan pada siswa. Konvensional disini maksudnya menggunakan berbasis kertas lalu diisi jawabannya didalam kertas tersebut. Sedangkan Gadget diberikan materi pada hari kedua untuk membawa ponsel masing-masing lalu di download dan dikerjakan di dalam aplikasi yang bernama Tosm. 

Tosm adalah Test of Second Mathematic bagian dari matematika detik. Dapat melatih fokus dan kecepatan. Agar siswa terhindar dari gagap hitung. 

“Karena masalah ini terjadi pada hampir semua siswa. Saat mengerjakan terdapat macam variasi yang dilakukan. Mulai menghitung menggunakan jari, berbicara, merunduk. Sehingga dapat memperlambat siswa ketika menghadapi ujian.” tambahnya.

Dengan adanya program matematika detik diharapkan dapat memberikan solusi agar matematika sudah tertanam di luar kepala ketika menghadapi perhitungan. Sesuai dengan asah intuisi kelola dua detik pertama. Jadi tanpa berfikir panjang dan menggunakan bantuan lain.

Naufal zidahe, salah satu peserta mengaku antusias, apalagi dirinya menyukai matematika, dan disampaikan dengan menarik.

“Materi yang dibawakan dari kakak-kakak menarik dan menyenangkan. Saya bahagia karena saya suka matematika,” ungkap Naufal zidahe.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Gadu, Jasmin mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Selama kegiatannya mendukung siswa untuk belajar silahkan saja memberikan materi, tapi kegiatan tidak boleh dilakukan di sekolah, maka dialihkan ke salah satu rumah siswa dan diberi waktu jam 08.00 – 10.00 WIB dalam pembelajaran sesuai anjuran pemerintah,” ungkapnya. (Jyk)