Blora – Peringatan 7 hari wafatnya K. H. Ngabehi Agus Sunyoto, Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Blora menggelar pembacaan yasin dan tahlil.

Ketua Lesbumi Pcnu blora, Dalhar Muhammadun mengharap adanya pengganti dari agus sunyoto, agar mampu menjawab atas kebutuhan pada bidang masing-masing keilmuan.
“Semoga ini bisa menjadi spirit bersama dalam kemajuan membangun peradaban khususnya ilmu sejarah.” Harap Madun di Kantor NU Blora, Minggu (02/05).
Agus Sunyoto diketahui ketua Lesbumi PBNU, kiprahnya sangat bermartabat dan tidak diragukan lagi keilmuannya. Selaras dengan apa yang disampaikan Ketua PCNU Blora, Muhammad Fatah.
“Kader sekarang banyak sekali hambatan sangat luar biasa tentang pembelokan sejarah yang berpengaruh pada seni dan budaya. Kader sekarang merasa inferior atau rendah diri terhadap bangsa lain, padahal bangsa indonesia tidak kalah pentingnya akan kaya peradaban.”
Fatah mencontohkan pada karya Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya Arus Balik, kita adalah pemenang Nusantara. Kita adalah bangsa maritim. Dulu kita jadi rujukan referensi bagi orang-orang barat, namun sekarang kita malah belajar dengan orang barat.
Acara pembacaan yasin dan tahlil kemudian dilanjutkan testimoni terkait perjalanan sosok Agus Sunyoto. Kader NU, Subhan Mashuri men testimoni kajian tersebut, dirasa cukup memiliki informasi tentang tokoh literasi tersebut.
Subhan banyak memaparkan bagaimana spirit perjalanan dalam menggali data. Langkah agus sunyoto tidak ada tendensi pribadi, sepenuhnya karena demi menyelamatkan dan pelurusan pembohongan sejarah yang selama ini dibelokkan.
“Cita-cita Agus menjadikan Islam Nusantara tidak sebatas kajian, tapi akan dibuktikan secara riil. Muatan politiknya demi membangkitkan pribumi dan seluruh masyarakat bangsa Indonesia. Pesan saya kepada semua, jangan pernah berhenti belajar.” Papar Subhan. (Jml)