LAGI! NGAJI SASTRA POSONAN AJAR BUDAYA SAMIN DENGAN SESEPUH SIKEP

LAGI! NGAJI SASTRA POSONAN AJAR BUDAYA SAMIN DENGAN SESEPUH SIKEP
Santri Ngaji Sastra Posonan kunjungi Kampung samin.

Sambong – Santri Ngaji Sastra Posonan belajar budaya Samin di kampung samin atau dikenal dengan sebutan sedulur sikep, di Dusun Blimbing Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong.

Diskusi didampingi oleh pemerhati budaya samin, Dalhar Muhammadun yang memaparkan bahwa kegiatan ngaji sastra posonan tidak serta-merta belajar urusan agama, tapi belajar membaca buku tak terkecuali buku-buku tentang samin. 

“Jika hanya dari buku akan kurang lengkap, maka perlu konfirmasi dari sedulur sikep. Kita _Bade Ngangsu Kaweruh_ Kesusastraan, budaya dan hal yang dekat dengan kehidupan.” Paparnya, di pendopo samin kecamatan sambong kabupaten Blora (26/04/2021).

Salam Seger waras tidak lupa para sedulur samin menyambut kehadiran tamu.  Baginya kita adalah bangsa Indonesia dengan berbagai macam suku dan budaya.

Sesepuh Sedulur sikep, Pramugi menuturkan sejarah Samin Surosentiko sampai perilaku sosial, meski kita berbeda agama tapu jangan sampai lupa kulit. Kita adalah orang jawa, jangan sampai kehilangan kejawaan.

“Adanya Samin dulu untuk mengelabuhi kolonial belanda, jika ditanya tentara belanda _mbulet_. Dari mana? Dari belakang, mau ke mana? mau ke depan” Tuturnya.

Tujuan hidup samin 5. Demen (senang), becik (baik), rukun, seger (segar) dan waras. Larangannya adalah tidak boleh jrengki (jahil/jahat), srei (srekal), panasten (panas hatinya,) dahpen (sok mengurus orang lain tapi untuk menjerumuskan), iren (iri).

Pramugi menambahkan, Blora dipilih jadi daerah penyebaran, karena Blora adalah daerah perdamaian. Banyak orang bermasalah di bawa ke sini bisa damai. Selain Blora, ajaran samin menyebar sampai Bojonegoro, Tuban, Rembang, Grobogan, Pati, dan Kudus.

“Pegangan hidup kami yaitu ucap, pertikel (pikiran), kelakuan (perilaku). Mbah Samin kenapa masanya banyak? Karena apa yang diucapkan sering terjadi.” Imbuhnya. (Jamil)