Blora, BLORANEWS – 354 Kios Penyalur Pupuk Lengkap (KPL) di Kabupaten Blora diminta menyalurkan pupuk subsidi dan nonsubsidi sesuai aturan. Hal itu dikarenakan kuota pupuk di Kabupaten Blora pada tahun ini masih terbatas.
Dijelaskan Bupati Blora Arief Rohman pada silaturahmi akbar kios pupuk se-Kabupaten Blora, dan pelantikan pengurus Asosiasi Pengecer Pupuk dan Pestisida Kabupaten Blora, kuota urea subsidi tahun 2023 hanya 70 persen dari pengajuan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang disetujui pemerintah pusat.
“Sedangkan NPK hanya 30 persen yang disetujui dari ajuan usulan RDKK. Untuk itu, petani harus diberikan pengertian,” jelas Bupati Arief di Pendapa Rumah Dinasnya.
Karenanya, lanjut bupati, 354 KPL diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada petani.
“Keberadaan KPL ini dibentuk untuk membantu petani, menyejahterakan petani. Untuk itu, jangan mempersulit petani, sering-seringlah membangun komunikasi, baik dengan petani maupun dinas terkait. Jika ada masalah, bicarakan bersama, pasti akan ada solusi,” imbuhnya.
Selain itu, Bupati juga menyatakan siap berkoordinasi dengan Bulog agar serapan gabah petani bisa lebih maksimal.
“Tanggal 10 (Maret) nanti juga akan ada panen raya oleh Pak Presiden yang dipusatkan di Ngawi, sebelum ke Blora. Sehingga, kita akan minta Bulog untuk memaksimalkan penyerapan gabah petani kita, agar harganya tidak anjlok,” tegasnya.
Terpisah, Ketua Asosiasi Pengecer Pupuk dan Pestisida, Naryoto mengaku siap menyatukan seluruh KPL agar bisa memberi pelayanan terbaik kepada petani.
“Insyaallah, kami siap melaksanakan arahan bupati. Kami siap untuk sesarengan mbangun Blora berkelanjutan, dengan menyalurkan pupuk sesuai ketentuan. Apalagi, ini mulai musim tanam kedua,” ungkapnya. (Kin)