KOMISI E DPRD SEBUT JATENG LABORATORIUM BENCANA

Kunjungan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah di Blora
Kunjungan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah di Blora

Blora- Tingginya potensi bencana yang ada di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Blora membuat Komisi E DPRD Jateng menyebut kawasan ini sebagai Laboratorium Bencana. Sehingga, dibutuhkan strategi untuk menjawab tantangan alam tersebut.

 

Kunjungan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah di Blora
Kunjungan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah di Blora

 

Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid mengingatkan, bencana alam dapat terjadi diluar prediksi. Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan upaya preventif dan edukatif kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar dampaknya bisa diminimalisir.

“Pada dasarnya Jawa Tengah merupakan laboratorium bencana. Segala jenis bencana alam, potensinya ada di Jawa Tengah. Blora sebagai bagian dari Jawa Tengah juga harus siap,” ucapnya dalam kunjungan di Blora, Senin (06/01).

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hamid juga menegaskan pentingnya peran masyarakat umum terkait penanggulangan kebencanaan. Untuk itu, dirinya melontarkan wacana pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).

“Apakah di Blora sudah ada Desa Tangguh Bencana (Destana) ?, jika belum maka bisa segera dirintis. Destana ini penting, agar masyarakat yang tinggal di desa berpotensi bencana paham langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan ketika bencana datang,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Blora Djoko Nugroho mengamini gagasan Komisi DPRD Jateng tersebut. Pihaknya memerintahkan kepada BPBD Blora agar berkoordinasi untuk mewujudkan Destana sehingga penanganan bencana semakin optimal. (jyk)