Blora – Polres Blora bakal mengerahkan 327 personil untuk mendukung Operasi Ketupat Candi Tahun 2022. Ditempatkan 4 pos pengamanan dan 1 pos pelayanan di Kabupaten Blora. Mulai dari Pos Pengamanan di wilayah Kunduran, Pos Pelayanan di Alun Alun Blora, Pos Pengamanan di Ngampel Blora, Pos Pengamanan di Perbatasan Ketapang Cepu dan Pos Pengamanan di Simpang Tiga Wulung Randublatung.
“Kita ada Pospam empat dan pos pelayanan ada satu. Pos pelayanan kita buat berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Untuk jumlah personil yang kita libatkan ada 327. Seluruh pospam dan posyan diwajibkan dari tenaga medis khususnya dari Pemda harus ada tenaga medis yang lengkap dengan peralatan kegiatan vaksinasi,” terang Kapolres usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2022 di halaman Polres Blora belum lama ini.
Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah menyampaikan, tujuan diadakan apel gelar pasukan tersebut untuk mengecek kesiapan dalam rangka pelaksanaan operasi Ketupat.
“Tujuannya adalah kesiapan kita dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Candi tahun 2022 guna pelaksanaan kegiatan pengamanan, mulai dari sebelum, pada saat maupun sesudah dari pada rangkaian perayaan Idul Fitri, kita mulai dari mudik maupun dari arus baliknya,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, bupati juga secara simbolis menyematkan Pita. Yaitu sebagai tanda berlakunya Operasi Ketupat Candi kepada perwakilan anggota yang terlibat Operasi Ketupat Candi 2022.
Sementara itu, Bupati Blora, Arif Rohman saat menyampaikan amanat dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan, berdasarkan hasil survei Badan Litbang Kemenhub RI, diprediksi sekitar 85,5 juta masyarakat akan melaksanakan mobilitas atau perjalanan selama lebaran.
“Kita harus bergandengan tangan, bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait, agar umat muslim dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusuk dan puncaknya pada perayaan Idul Fitri serta masyarakat yang mudik berjalan lancar, aman dan sehat,” tambahnya.
Dikatakannya, kelonggaran-kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga harus disikapi dengan tetap menjaga agar penyebaran Covid-19 tidak mengalami peningkatan.
“Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, terdapat beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus diantisipasi. Antara lain, ancaman terorisme, premanisme, aksi sweeping oleh ormas, kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok, antrean dan kelangkaan BBM, kejahatan konvensional (3C), penyakit masyarakat, konflik buruh terkait THR, balap liar, penyalahgunaan narkoba, petasan, perkelahian antar kelompok atau antar kampung,” tambahnya.
Kemudian juga, aksi perusakan fasilitas umum. Kerumunan masyarakat yang berpotensi menyebabkan penularan Covid-19. Maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.
“Untuk itu, Operasi Ketupat-2022 harus dilaksanakan secara optimal. Perjalanan mudik maupun balik berjalan lancar, aman dan sehat. Kejahatan dan gangguan kamtibmas sekecil apapun harus kita cegah dan antisipasi. Ketika operasi ini berhasil, masyarakat dapat melaksanakan aktivitas ibadah Idul Fitri 1443 H/tahun 2022 dengan aman dan sehat, baik dari gangguan kamtibmas maupun dari bahaya Covid-19,” tegasnya. (sub)