KECAMATAN BLORA PERINGKAT 1 KECELAKAAN LANTAS PALING TINGGI

Satlantas Polres Blora membagikan paket sembako saat melakukan sosialisasi Tertib Berlalu lintas di Kelurahan Tambahrejo, Blora.
Satlantas Polres Blora membagikan paket sembako saat melakukan sosialisasi Tertib Berlalu lintas di Kelurahan Tambahrejo, Blora.

Blora, BLORANEWS – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Blora-Jawa Tengah tergolong masih tinggi. Terhitung dari periode Januari hingga September 2022, total kecelakaan mencapai 287 kasus. 

Kasat Lantas Polres Blora, AKP. Noach Hendrik kepada wartawan mengungkapkan, tingginya angka kecelakaan di Blora dipicu tingginya jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi.

“Analisa kita, banyaknya pelanggaran mengakibatkan tinggi pula kecelakaan,” katanya. 

Menurutnya, etika dan wawasan berlalu lintas pengguna jalan raya masih kurang.

“Kalau sekadar mengendari motor atau mobil mungkin banyak yang bisa, namun bagaimana membaca serta penerapan rambu lalu lintas, tidak dilengkapinya spion dan kecerobohan lain menjadi faktor utama kecelakaan,” jelas mantan Kapolsek Klaten itu. 

Dilihat dari sisi usia, rata-rata korban kecelakaan adalah mereka yang masih di bawah umur atau anak usia sekolah.

“Peran sekolah dan orang tua sangat penting di sini,” ujarnya.

Selain di bawah umur, juga orang tua di atas 55 tahun. Hal ini diduga dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi yang sudah menurun.

“Di usia ini fokus mereka sudah menurun. Sehingga mereka menjadi usia rentan kecelakaan,” tandasnya. 

Guna menekan angka kecelakaan, pihaknya sedang gencar melakukan sosialisasi ke sekolah dan masyarakat umum. Seperti yang terlihat pada Jum’at pagi (21/10). Satlantas Polres Blora melakukan sosialisasi Tertib Berlalu lintas di Kelurahan Tambahrejo, Blora sambil membagikan puluhan paket sembako.

“Semoga angka kecelakaan semakin menurun dengan naiknya kesadaran masyarakat berlalu lintas di jalan raya,” pungkas perwira polisi asli tanah Papua itu. 

Sementara itu, Kanit Penegakan Hukum Polres Blora, IPDA. RT. Suni mengatakan, Kecamatan Blora Kota menduduki peringkat pertama paling tinggi tingkat kecelakaan. Hingga September tahun ini, dicatat ada 70 kasus laka. Disusul Kecamatan Cepu dengan 42 kasus, sedangkan Kecamatan Jepon berada diperingkat ketiga dengan 32 kasus.

“Untuk Kecamatan Randublatung berada diperingkat 4 dengan 27 kasus kecelakaan,” ucapnya.

Tercatat kerugian materiil paling tinggi berada di Kecamatan Blora Kota dengan mencapai Rp73.100.000. Sedangkan Kecamatan Randublatung berada diurutan kedua dengan kerugian materiil Rp41500.000.

“Lebih hati-hati, waspada dan taati tata tertib berlalu lintas, agar grafik ini bisa terus menurun,” ungkap Suni. (han)