KADES BEDINGIN DAN LEDOK BANTAH TUDINGAN LSM KOPRAL

Kegiatan fisik di Desa Bedingin (kiri) dan di Desa Ledok (kanan)

Blora Dua dari lima kepala desa (Kades) di Kecamatan Todanan yang dilaporkan LSM Kopral kepada pihak kepolisian, menyampaikan tanggapannya. Keduanya, masing-masing Kades Bedingin Sunyoto dan Kades Ledok Joko Mintoyo.

 

Kegiatan fisik di Desa Ledok (kanan)

Keduanya, membantah tudingan Koordinator LSM Kopral, Yuli Abdul Hakim yang menyebutkan adanya dugaan penyelewengan keuangan desa untuk kepentingan kampanye salah satu caleg dalam Pemilu Serentak 2019 kemarin.

“Tidak ada dana (dari keuangan Pemerintah Desa, red) yang dipergunakan untuk pencalegan. Pernyataan itu tidak berdasar. Faktanya, pekerjaan fisik sudah dilakukan dan selesai,” kata Kades Bedingin dan Ledok, dalam keterangan yang dikirim kepada Bloranews.com, Rabu (19/06).

 

Kegiatan fisik di Desa Bedingin

Seperti diberitakan sebelumnya, Koordinator LSM Kopral, Yuli Abdul Hakim menyampaikan laporan terkait penyelewengan keuangan pada 5 desa di Kecatamatan Todanan ke Mapolres Blora, Selasa (18/06) kemarin.

Dalam laporannya, Yuli Abdul Hakim menyebutkan adanya dugaan penyelewengan dana tersebut untuk kepentingan kampanye salah satu caleg. Kelima desa tersebut meliputi Desa Bedingin, Ledok, Gondoriyo, Dalangan dan Pelemsengir.

Baca: DIDUGA SELEWENGKAN KEUANGAN UNTUK BIAYA PENCALEGAN, SEJUMLAH KADES DIPOLISIKAN

 

Tak cukup itu, Kades Bedingin dan Ledok juga merespon tudingan Yuli Abdul Hakim, terkait adanya Silpa yang tidak dilaporkan, serta tudingan tidak sesuainya LPJ alokasi keuangan desa dalam proyek fisik dengan kenyataan di lapangan.

“Progres dan penyelesaian pekerjaan harus dilakukan sebagai tahapan pencairan termin kedua. Saat ini masih dalam proses verifikasi SPJ untuk pencairan tahap kedua tersebut. Silpa APBDes dikelola untuk tahun anggaran berikutnya. Saat 27 Mei pekerjaan sudah mencapai 80 persen dan saat ini selesai 100 persen,” imbuhnya.

Mengakhiri tanggapannya, Kades Ledok dan Bedingin mengirimkan foto-foto pekerjaan fisik di dua desa tersebut. Keduanya juga mengaku siap dikroscek di lapangan terkait pelaporan tersebut. (top)