Blora, BLORANEWS – Pihak kepolisian akhirnya berhasil menguak motif pengeroyokan yang dilakukan belasan orang hingga menewaskan korban. Beberapa pelaku kini telah diamankan. Jumlahnya 19 orang. Dan hingga kini, Polisi masih melakukan pencarian untuk mengamankan pelaku lainnya.
Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana membeberkan, terkait motif penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia itu ditengarai oleh persoalan asmara.
“Masalah asmara benar, iya. Berkisar antara cemburu. Satu orang ini diperebutkan dua orang. Dua orang itu memprovokasi temen-temannya. Mengajak teman-temannya yang masing-masing punya kelompok. Akhirnya menentukan titik temu, titik kumpul dimana share lokasi dan akhirnya ketemu,” ujarnya, Rabu (2/11).
Agus Budiana juga tidak menampik informasi bahwa korban adalah orang yang hendak mendamaikan dua kelompok yang sedang terlibat perkelahian masalah asmara itu.
“Informasinya memang seperti itu, namun kita tetap menggali. Secara pasti belum bisa memastikan apa yang menjadi informasi yang beredar itu. Kalau dari orang tua memang seperti itu,” tegasnya.
Terkuak pula bahwa belasan pelaku ternyata masih dibawah umur dan berasal dari wilayah Kecamatan Cepu dan Kedungtuban. Polisi pun masih menyelidiki peran dan keterlibatan masing-masing pelaku dalam tragedi pengeroyokan tersebut.
“19 anak, masih kita lakukan pemeriksaan. Menggali sejauh mana keterlibatan dan peran masing-masing,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus pengeroyokan hingga merenggut nyawa itu terjadi di lingkungan Mentul, Kecamatan Cepu, pada Senin malam (31/10/2022). Korban yang merupakan warga asli Batokan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro itu terlihat menderita luka di sekujur tubuh.
“Ya benar itu warga saya mas. Meninggalnya tadi malam di TKP. Saya gak hafal namanya. Tapi anaknya masih muda,” ujar Kepala Desa Batokan, Suntoko, Selasa (1/11/2022). (*)