Semarang- Provinsi Jawa Tengah nampaknya telah siap untuk penyederhanaan birokrasi. Pasalnya identifikasi dan penataan kelembagaan dari jabatan administrasi ke jabatan fungsional sudah dilakukan dan tinggal diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri.

“Kita sudah siap. Sudah dihitung mana yang harus kita kurangi, mana yang harus kita sesuaikan, karena ada beberapa di level jabatan yang sifatnya fungsional itu musti fitting,” terang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Sebelumnya Wakil Presiden, Ma’ruf Amin menyoroti belum maksimalnya penyederhanaan tersebut di pemeritah daerah.
Menanggapi hal itu, Ganjar meminta adanya sosialisasi hingga ke tingkat bawah. Sosialisasi tersebut dirasa perlu khususnya agar ada kejelasan terkait penyetaraan jabatan tersebut.
“Intinya satu jabatan berganti, struktur boleh baru, pelaksanaan lebih baik tetapi pendapatan tidak berkurang. Sampaikan juga secara terbuka, kalau ini memang tidak bisa dilakukan seketika maka minta untuk bertahap khusus di instansi tertentu,” harap Ganjar di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (27/04).
Penyetaraan jabatan tersebut selain momentum penyesuaian kinerja aparatur sipil negara untuk siap ditempatkan dalam posisi dan kondisi darurat.
“Kita sudah diajari oleh covid bagaimana berbicara pada posisi yang sangat darurat. Kita sudah latihan lebih dulu, tinggal kita sosialisasi karena lebih banyak eselon IV yang akan tekena maka kita minta untuk memastikan sosialisasi ke sana. Sudah disiapkan semua,” pungkasnya. (Jyk)