Japah – Kasminah binti Kasmo Kliwon (46), warga RT 01 RW 01 Desa Padaan Japah meregang nyawa saat akan menutup jendela ketika hujan deras siang ini, Rabu (11/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Petir yang menyambar ke antena televisi mengenai tubuhnya, wanita paruh baya ini tewas seketika.

Kepala Desa Padaan Japah mengatakan, Kasminah sempat dikira pingsan oleh warga sekitar sehingga dilarikan ke Puskesmas Japah.
“Bu Kasminah mau menutup jendela, petir menyambar antena dan rubuh mengenai tubuhnya. Bisa jadi meninggalnya Bu Kasminah karena kaget, atau karena kababan (terkena efek listrik) petir. Warga mengira Bu Kasminah hanya pingsan dan sempat dilarikan ke Puskesmas, ternyata sudah meninggal sejak dari rumah ,” jelas kades Padaan Dwi Suwartini.
Peringatan dini adanya hujan deras disertai angin kencang dan petir yang akan melanda Blora sebenarnya telah disampaikan BPBD Blora melalui Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) sejak pukul 13.20 WIB.
“Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang,telah disampaikan peringatan dini. Berpotensi hujan sedang – lebat disertai angin kencang dan petir di wilayah Blora, berpotensi meluas ke wilayah Grobgan dan Sragen. Kondisi ini akan terjadi antara pukul 14.00 WIB dan dapat berlangsung hingga pukul 15.00 WIB,” terang Agung, tim Pusdalops BPBD Blora.
Seperti diketahui, jatuhnya korban nyawa akibat perubahan cuaca yang signifikan juga terjadi pada hari Selasa (03/10) lalu. Sulistyawan (23), pemuda Dusun Nglempung, Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo tewas saat bermain bola. Korban meregang nyawa setelah terkejut dengan suara petir yang menggelegar saat itu.
Sehari setelahnya, Rabu (04/10) Waridin bin Taru, warga Desa Padaan Japah harus merelakan rumahnya roboh rata dengan tanah setelah disapu angin puting beliung.
Reporter : Jacko Priyanto