HARGA BERAS DAN MINYAK DI JATENG MASIH TINGGI

Harga beras dan minyak goreng di Jawa Tengah masih tergolong tinggi. Hal itu didapati Gubernur Ganjar saat melakukan operasi di sejumlah pasar di Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Semarang, BLORANEWS – Harga beras dan minyak goreng di Jawa Tengah masih tergolong tinggi. Hal itu didapati Gubernur Ganjar saat melakukan operasi di sejumlah pasar di Jawa Tengah.

“Ternyata kalau ada bakul-bakul itu hanya ada satu boks kecil sekali, dan sehari rata-rata habis dan itu pun harganya tidak ada yang di bawah 14 (ribu), di atas Rp 14 ribu. Beras juga demikian,” kata Ganjar.

Menilik kondisi tersebut, Ganjar pun akan fokus untuk menurunkan harga beras dan minyak guna menekan angka inflasi di Jawa Tengah.

“Dua komoditas ini menjadi perhatian utama kami. Tadi sudah dipimpin oleh Pak Mendagri untuk kami dorong. Maka, tugasnya sekarang ya sudah, pasokannya terjaga, barangnya ada. Itu yang menjadi target utama,” ungkapnya di Hotel Santika, Kota Semarang, Jateng.

Terkait beras, Ganjar telah meninjau lahan padi di Kabupaten Batang, pada Sabtu (11/2) lalu. Dalam kesempatan itu, Ganjar memastikan panen padi di Jateng sudah dimulai, sehingga stok beras dipastikan aman.

“Maka mudah-mudahan secara psikologis ini juga akan menunjukkan kepada publik bahwa kami siap panen. Harga panen beras di tingkat petani bagus, di atas Rp5.400an, maka ini petani bagus. Maka Bulog menyerap,” jelasnya.

Dan untuk minyak, Ganjar akan mengirimkan supply Minyakita untuk menghadirkan ketersediaan stok di pasaran. Ganjar berharap, penurunan harga kedua komoditas ini mampu menekan angka inflasi.

“Minyakita besok akan kami kirim, tadi baru kita cek,” pungkas Ganjar. (Dj)