Kunduran – Seminggu setelah menggelar pelatihan budidaya Jamur Tiram dan pengolahan limbah kayu di Desa Bapangan Kecamatan Kradenan, GP Ansor Blora kembali menggelar pelatihan wirausaha. Kali ini pelatihan digelar serentak di dua kecamatan, Jati dan Kunduran, Selasa (31/10).

Pelatihan ini terselenggara berkat kerja sama antara GP Ansor Blora dengan BBPP (Balai Besar Peningkatan Produktivitas) Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja) RI.
Di Kecamatan Jati, pelatihan kewirausahaan GP Ansor Blora digelar di Desa Gabusan. Pelatihan di tempat ini, difokuskan pada pemanfaatan limbah kandang menjadi biogas. Sebanyak 25 pemuda lokal mengikuti pelatihan ini.
Pembukaan pelatihan di Jati dihadiri Ketua GP Ansor Blora Achmad Riyadi, Camat Jati Bawa Dwi Raharjo, Kepala Desa Gabusan Supardi,Ketua MWC NU Jati Sugino dan sejumlah tutor dari BBPP Kemenaker RI.
Sementara itu, pelatihan wirausaha GP Ansor di Kecamatan Kunduran digelar di MI Sunan Ampel Desa Sambiroto, diikuti 50 pemuda. Pelatihan di Kunduran ini difokuskan pada budidaya Jamur Tiram dan Permebelan.
“Dalam mengikuti pelatihan ini, peserta harus serius mengikuti seluruh sesi dari awal sampai selesai, jangan dianggap enteng. Ke depan anda dituntut dapat berkiprah di masyarakat dalam berbagai bidang, salah satunya di bidang home industri semacam ini,” pesan Wakil Ketua GP Ansor Blora Bidang Kewirausahaan Lilik Zubaidi di depan lima puluh peserta pelatihan.
Dalam pembukaan pelatihan di Kunduran, hadir Camat Kunduran Suherman, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Blora Suryanto, Ketua MWC NU Kunduran Muhadi Sa’id dan perwakilan BBPP Kemenaker RI Yon Hendri.
“Kami sangat bangga dengan pelatihan wirausaha ini. Pelatihan ini akan melahirkan para pengusaha muda Blora. Dengan seringnya dilaksanakan pelatihan wirausaha semacam ini, semoga dapat mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan,” harap Suryanto dalam sambutannya di MI Sunan Ampel Desa Sambiroto Kunduran pagi ini.
Reporter : Jacko Priyanto