GANJAR MINTA WARGA YANG ISOMAN SEGERA LAPOR, AKAN ADA PEMBAGIAN OBAT

PPKM MIKRO DARURAT BERLAKU DI SELURUH DAERAH JATENG
Gubernur Ganjar Pranowo menyapa dan memberikan semangat warga yang melakukan isolasi mandiri dan penerapan program jogo tonggo di Ngandagan RT 05/03, Desa Wirun, Kutoarjo, Purworejo, Kamis (1/6). Sebelumnya sebanyak 25 rumah di kampung tersebut menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19.

Semarang – Pemerintah Pusat akan membagikan paket obat gratis bagi pasien covid-19 yang OTG dan bergejala ringan, rencananya akan dimulai rabu mendatang.

Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo minta bagi masyarakat yang sedang isolasi mandiri dirumah untuk segera melapor.

“Rencana kita dapat paket obat untuk membantu masyarakat yang positif Covid-19. Saya minta bantuan masyarakat, ayo yang saat ini isolasi mandiri di rumah dan belum melapor, segera lapor sekarang,” kata Ganjar usai rapat dengan Menko Marinvest, Luhut Binsar Pandjaitan via daring di rumah dinasnya, Senin malam (12/07).

Ganjar mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kodam IV/Diponegoro terkait pendataan warga yang isolasi mandiri. Seluruh Babinsa yang ada di lapangan telah dioptimalkan untuk melakukan pendataan.

“RT/RW dan Kades/Lurah saya harap segera melaporkan. Nanti kami backup dengan Pangdam. Mudah-mudahan satu atau dua hari laporan sudah masuk,” jelasnya.

Menurutnya, Lapor yang paling cepat adalah ke RT/RW setempat, karena nantinya, RT/RW akan melaporkan ke Kades/Lurah masing-masing agar semuanya mendapatkan bantuan paket obat itu.

“Kalau ini dilakukan, selain memudahkan pembagian obat juga akan memperbaiki database warga yang isolasi mandiri di rumah. Sehingga harapannya, mereka bisa dipantau perkembangannya,” ucapnya.

Ganjar juga akan menyiapkan call center untuk memudahkan pendataan warga yang isolasi mandiri di rumah itu. Masyarakat diminta proaktif untuk melaporkan jika ada keluarganya yang menjalani isolasi mandiri.

“Laporan paling gampang ke RT/RW setempat, kalau tidak saya siapkan call center untuk bisa mendaftar, sehingga laporan-laporan itu bisa terdata dengan baik,” imbuhnya.

Informasinya, komposisi paket obat yang bakal diberikan terbagi menjadi tiga. Rinciannya 10 persen untuk pasien OTG, 30 persen untuk pasien Covid-19 bergejala demam dan batuk serta 60 persen untuk pasien dengan gejala anosmia.

Ganjar mengatakan belum ada alokasi yang ditetapkan ketika disinggung berapa jatah paket obat gratis yang akan diterima Jateng,  Namun rencananya, dari 300 ribu paket obat, tahap pertama akan disalurkan sebanyak 100 ribu ke beberapa wilayah di Indonesia termasuk Jawa Tengah.

“Untuk alokasinya berapa, kita belum dapat angkanya. Tadi memang disampaikan angka, tapi itu baru simulasi yang masih perlu disempurnakan lagi. Soalnya jatah Jateng cukup banyak, tapi daerah lain sedikit. Saya belum dapat berapa fiksnya. Kami sudah koordinasi dengan Pandam terkait pendataan, mudah-mudahan segera selesai. Untuk obat informasinya datang besok,” pungkasnya. (Spt)