Semarang – Dalam acara Pembukaan Sidang Raya XXIII Sinode Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ), di Wisma Elika Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (24/4), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengemukakan dukungannya atas tindakan Presiden Joko Widodo yang melarang ekspor minyak goreng.
Menurutnya, larangan ekspor minyak goreng akan berdampak bagus pada penyelesaian polemik minyak goreng yang berlarut. Ia menduga setelah adanya kebijakan tersebut minyak goreng akan banyak masuk.
“Setelah ini kita cek saja. Dugaan saya pasti akan ada minyak goreng yang masuk ke sini lebih banyak lagi dan saya sudah ngecek ke lapangan untuk minyak goreng curah juga tidak gampang didapat. Mereka yang dapat BLT membelinya juga minyak goreng yang kemasan semuanya. Itu saya tanyakan semua kepada mereka. Kalau kita turun ke lapangan pasti kita ngerti soal itu,” tegas Ganjar.
Ganjar menilai, ketegasan Presiden dalam mengambil kebijakan akan membuat Pemangku kepentingan seperti Menteri Perdagangan, Perindustrian, BUMN atau Badan Pangan Nasional terdorong untuk segera mengambil sikap. Misalnya dengan mengajak para pengusaha berkomunikasi.
“Dalam konteks ini, saya menilai para pengusaha akan mau diajak duduk bersama dan ngobrol. Demi kepentingan nasional. Saya yakin kalau para pengusaha pasti punya nasionalisme dan patriotisme yang tinggi, sehingga mereka akan membantu,” ungkapnya. (Kin)