DIDUGA PUNGLI DAN PELAYANAN BURUK, INI KATA DIRUT RSUD BLORA

Rumah sakit Blora
Direktur Utama RSUD dr. Soetijdono Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG Foto : Bloranews

Blora – Beredar video di media sosial (medsos), diduga ada praktek pungutan liar di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Soetijdono Kabupaten Blora.  Video berdurasi kurang lebih 01.30 detik, dan 01.10 detik itu, membuat geger Manajemen RSUD.

Dari video itu, terindikasi adanya dugaan praktek pungli yang dilakukan oleh oknum petugas RSUD. Dari beberapa keluarga pasien yang hendak mengambil obat, tampak orang yang hendak mengambil obat menyetorkan uang dengan nominal pecahan 10.000,- rupiah kepada oknum petugas tersebut.

Rumah sakit Blora
Direktur Utama RSUD dr. Soetijdono Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG Foto : Bloranews

Kepala Ruang Teratai RSUD Blora, Any Maryam, S. Kep menjelaskan, bahwa ada miss komunikasi antara petugas dan keluarga pasien, yang hendak mengambil obat. Petugas jaga sebelumnya sudah memberitahukan, bahwa uang  Rp 10.000 sebagai ganti wadah plastik tempat obat.

Tetapi keluarga pasien yang belum mengetahui hal itu, merasa dimintai ongkos untuk pengambilan obat. Sedangkan, pasien yang sudah menggunakan  Kartu KIS, tidak dipungut biaya dalam masalah obat-obatan.

“Wadah plastik itu, untuk tempat obat agar tidak tercecer, kita juga tidak memaksa. Juga bisa dibawa pulang. Contoh saja obat yang bungkusnya kaca, kalau tercecer dan pecah kan gak bisa dipakai,” ujar Any diruang kerjanya, Kamis (23/02/2017).

Setelah kejadian itu, Ia sudah memerintahkan kepada seluruh petugas di Ruang Teratai untuk tidak menggunakan wadah plastik itu lagi.

Pelayanan

Selain itu, terkait dengan pelayanan petugas kepada pasien, pihaknya sudah menyampaikan agar lebih baik dalam melayani. Any menambahkan, saat ini pada ruang teratai masih ada keterbatasan petugas. Ruang dengan jumlah total 54 bangsal dan hanya di dampingi 4 perawat memang sangat jauh dari kata ideal.

“Idealnya ya 4 pasien 1 perawat. Tapi petugas saya, nuwun sewu masih terbatas, jadi untuk melayani 50 lebih bangsal ya keteteran. Tujuan saya tetap pelayanan sebaik mungkin kepada pasien, tapi namanya manusia ada kekurangannya. Terkait tenaga juga sudah mengusulkan penambahan tenaga” jelas Any kepada Bloranews.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama RSUD dr. Soetijono Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG, angkat bicara. Nugroho membenarkan yang disampaikan kepala ruang teratai, bahwa ada miss komunikasi antara petugas dengan keluarga pasien.

“Saya minta maaf terkait dengan pelayanan yang belum prima. Kemarin, kita sudah mengklarifikasi dan berkunjung kerumah pasien dan meminta maaf. Terkait ada fasiltas wadah plastik hanya ada diruang teratai, ruang lainnya tidak ada. Ini inisiatif kepala ruang terkait dan bersifat sukarela” jelas dr. Nugroho.

Nugroho mengatakan terkait video yang beredar mungkin perlu dijelaskan kepada keluarga pasien, agar tidak salahpaham.

Selain itu, pelayanan terhadap pasien RSUD masih kekurangan tenaga. Secara kontinyu, pihaknya sudah melakukan evaluasi untuk perbaikan perform RSUD.

“Kita sudah berupaya sebaik mungkin dalam pelayanan, tapi kalau ada kekurangan akan terus kita perbaiki,” pungkasnya.

 

Reporter : Ngatono