DEMO UNIK WARGA JIKEN: TANAM POHON PISANG DI JALAN RUSAK SEBAGAI TANDA PROTES

*Foto: Warga Jiken menanam pohon pisang di lubang jalan rusak sebagai protes atas lambannya perbaikan jalan Cabak-Bleboh.

Blora, BLORANEWS.COM – Warga yang tinggal di tiga desa di Kecamatan Jiken, Blora, menggelar aksi unjuk rasa dengan cara yang tidak biasa, untuk menuntut perbaikan ruas jalan Cabak-Bleboh yang rusak parah. 

Jalan ini menjadi jalur utama bagi masyarakat Desa Bleboh, Janjang, dan Nglebur.

Dalam aksi yang terekam dalam video dan viral di media sosial, para demonstran membawa truk yang dipenuhi pohon pisang.

Pohon-pohon tersebut mereka tanam di lubang-lubang jalan sebagai bentuk peringatan untuk pengendara.

“Pohon pisang ini kami tanam untuk memberi tanda bahaya dan mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya pada Rabu (2/4/2025).

Aksi ini juga merupakan bentuk ketidakpuasan atas lambannya realisasi perbaikan jalan yang sangat dibutuhkan oleh warga. Dari panjang total ruas jalan Cabak-Bleboh yang mencapai 12 kilometer, sekitar 6 kilometer di antaranya mengalami kerusakan parah.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Blora telah mengajukan proposal perbaikan jalan ini kepada Kementerian PUPR melalui Inpres Jalan pada tahun 2024, dengan panjang ruas 6,84 kilometer dan anggaran sebesar Rp18,5 miliar.

Namun, usulan tersebut belum mendapat respons positif lebih dari setahun setelah diajukan.

“Warga sudah sangat lama menunggu. Kami berharap perbaikan jalan ini segera dilakukan karena kerusakan jalan telah mengganggu aktivitas perekonomian kami,” tambahnya.

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Blora Arief Rohman langsung merespons melalui akun Instagramnya.

Pemkab Blora, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), akan segera melakukan perbaikan darurat untuk menambal lubang-lubang di jalan dengan menggunakan grosok pada Kamis (3/4/2025).

Langkah ini diambil sembari menunggu dimulainya pembangunan jalan yang dijadwalkan pada Juni 2025.

Bupati Arief menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut sebelumnya direncanakan pada tahun 2024, tetapi anggaran yang diajukan tidak disetujui. Oleh karena itu, Pemkab Blora mencari pendanaan alternatif dari APBD 2025, dengan alokasi anggaran sebesar Rp6 miliar.

“Eksekutif dan legislatif telah menyetujui anggaran tersebut untuk melanjutkan pembangunan yang dimulai pada 2022-2023,” kata Bupati Arief dalam akun Instagramnya.

Bupati juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan proses pembangunan dan menjelaskan bahwa masih ada prosedur administrasi yang perlu diselesaikan sebelum proyek dapat dilanjutkan.

“Jika proses lelang berjalan lancar, pembangunan ruas Cabak-Bleboh hingga batas Bojonegoro akan dimulai pada Juni atau Juli 2025,” ungkapnya.

Untuk sementara, Pemkab Blora akan melakukan perbaikan darurat sambil menunggu proses lelang selesai.

“Besok, pengurukan dengan grosok akan dilaksanakan sebagai langkah pertama untuk mengatasi kerusakan sementara waktu,” tutup Bupati. (Jyk)