Blora, BLORANEWS.COM – Debat kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Blora 2024 yang berlangsung di Gedung Graha Larasati pada Senin (04/11/2024) dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB menuai kritik tajam dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari Najib, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blora, menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja moderator dan aspek teknis lainnya, termasuk desain panggung yang dinilai jauh dari memadai.
Ia menyoroti peran moderator yang dianggap tidak memenuhi ekspektasi, dengan kapasitas dan kredibilitasnya dipertanyakan karena beberapa kesalahan dalam memandu jalannya debat.
“Moderator terlihat kurang tegas dan sering kali bingung, yang membuat jalannya debat menjadi kurang menarik. Kesalahan ini mencederai esensi debat sebagai ajang adu gagasan yang berkualitas,” kata Najib.
Selain itu, aspek teknis lain, seperti pengulangan pertanyaan dan kelalaian dalam menjaga alur diskusi, turut mengurangi daya tarik debat.
Momen yang seharusnya dimanfaatkan para calon untuk memaparkan visi, misi, dan program unggulan mereka justru terkesan kurang profesional bagi penonton.
Najib juga menyoroti desain panggung yang terlihat kaku, kurang kreatif, dan minim pencahayaan.
“Desain panggung sama sekali tidak mencerminkan kegembiraan dan antusiasme. Dengan pencahayaan yang redup, suasananya justru terkesan seperti berdebat di ‘rumah hantu,’” ujarnya.
Hal ini membuat suasana debat terasa membosankan dan jauh dari kesan semarak yang diharapkan warga.
Kritik yang disampaikan mencerminkan kekecewaan masyarakat yang mengharapkan debat kandidat pasangan calon Bupati Blora 2024 bisa menjadi tontonan yang informatif dan menarik.
Dengan berbagai catatan tersebut, banyak pihak berharap agar panitia penyelenggara dapat melakukan perbaikan di debat-debat selanjutnya, terutama dalam memilih moderator yang lebih kompeten, mengoptimalkan pencahayaan, dan merancang panggung yang lebih hidup dan bersemangat.
Masukan ini menjadi perhatian penting agar debat berikutnya mampu berjalan lebih profesional dan memikat, sehingga masyarakat bisa terlibat aktif dalam proses pemilihan pemimpin daerah dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkualitas untuk kemakmuran masyarakat Blora. (Dj)