BLORA — Paparan realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) oleh perusahaan Blora jauh dari potensi maupun ekspektasi publik. Selain itu CSR hanya didominasi oleh charity atau pemberian bukan pemberdayaan.
Seno Margo Utomo, tokoh masyarakat yang hadir dalma acara Forum Grup Discussion program Corporate Social Responsibility (CSR) atau TSP untuk masyarakat Blora oleh perusahaan Blora 2022 yang diadakan di Bapedda menyatakan kekecewaannya.
“Dari sekian puluh perusahaan hanya 11 yang beri laporan CSR. Realisasi CSR 2022 hanya sebesar Rp 1,9 Miliar. Bahkan ada 2 perusahaan yaitu Pertamina EP Cepu dan Exxon yang hanya berikan jumlah kegiatan. Tanpa berapa jumlah angka CSR,” tegasnya.
Dirinya menilai, publik menyatakan kecewa karena realisasi CSR jauh dari potensi maupun ekspektasi publik. Seno menambahkan, dari potensi CSR 2022 yang muncul dalam FGD CSR di bulan Maret 2022 harusnya sebesar Rp 41 Miliar.
“Jelas angka realisasi Rp 1,9 M jauh dari ekspektasi publik. Maka kami memberi penilaian CSR terhadap perusahaan adalah tidak bertanggungjawab,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kabupaten Blora dari PT Gendhis Multi Manis, Krisna Murtiyanto menyampaikan, di tahun 2022, setidaknya ada 11 perusahaan yang telah melakukan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau TSP untuk masyarakat Blora. Nilainya mencapai sekitar Rp 2 Miliar lebih.
Dari 11 perusahaan tersebut, ada 137 kegiatan. Untuk perusahaan yang sudah melaporkan baik realisasi dan kegiatan TSP kepada sekretariat kurang lebih ada 9 perusahaan. “Realisasi TSP 9 perusahaan yang sudah dilaporkan ke sekretariat lebih dari Rp 1,9 Miliar. Sementara itu dari Exxon Mobile dan Pertamina Ep Cepu, ada kegiatannya, namun nominal realisasi nya belum disampaikan,” jelas Krisna.
Untuk itu, lanjutnya, bila data TSP dari 11 perusahaan tersebut nantinya sudah dilaporkan semua, realisasi TSP untuk selama tahun 2022 diperkirakan bisa melebihi angka Rp 2 Miliar.
“Kedepan dari pemerintah Kabupaten Blora agar dapat membantu menghadirkan perusahaan yang belum tergabung dalam Forum ini. Diharapkan nantinya setelah perusahaan di Blora bergabung dalam satu forum dapat melakukan komunikasi dengan baik,” tambahnya.
Untuk nominal realisasi TSP dari beberapa perusahaan yang dilakukan di Kabupaten Blora bervariasi. Bank Jateng misalnya, kegiatannya senilai sekitar Rp 1 Miliar. Untuk programnya meliputi pemulihan ekonomi daerah.
Kemudian PT GMM dengan realisasi Rp 302 juta, dengan 38 kegiatan. Diantaranya sponsorship kegiatan masyarakat, perbaikan jalan rusak dengan grosok, bantuan fasilitas penerangan, dan sejumlah kegiatan lainnya.
Lanjutnya, pihaknya akan menyusun perencanaan terkait dengan program dan sasaran dari adanya TSP di tahun 2023. Sehingga bisa tepat sasaran dan berkontribusi dalam mendukung tercapainya target pemerintah daerah.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada perusahaan-perusahaan yang melaksanakan program CSR di wilayah Kabupaten Blora selama tahun 2022.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, saya menyampaikan terima kasih apresiasi untuk perusahaan yang sudah melakukan program CSR ini semoga ke depan harapannya adalah terus bisa ditingkatkan baik dari sisi jenis programnya tentu yang bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” ungkap Bupati Arief.
Bupati menambahkan, bahwa Kabupaten Blora masih memiliki berbagai tantangan dan persoalan yang perlu untuk segera diselesaikan. Seperti halnya untuk pengentasan kemiskinan, hingga penguatan sektor pertanian dan peternakan.
“Ini ada fenomena di beberapa kecamatan, daerah penghasil pangan kita, di Kedungtuban misalnya, pertaniannya banyak yang gagal panen, ternyata setelah diteliti berkaitan dengan kondisi tanahnya, bahkan tunggakan kredit petani di Bank ini nilainya miliaran gara-gara gagal panen,” paparnya.
Mas Arief berharap agar di tahun 2023 nantinya agar program CSR dari perusahaan ini bisa menyasar untuk ketahanan pangan. Ia meminta agar sektor pertanian dan peternakan untuk dapat didampingi, termasuk juga pemberdayaan masyarakat.
“Kami mendorong agar nanti program berkaitan dengan pangan menjadi salah satu program kita, saya mengajak kita lakukan inovasi—inovasi, kita potensi peternakan program 2023 sektor peternakan dan pertanian yang menjadi basis masyarakat kita untuk didampingi, juga saya berharap Baznas dengan CSR nantinya bisa bersinergi dalam memberdayakan masyarakat,” katanya (EKA)