Kedungtuban- Sebagian kawasan Blora masih mengalami musim kemarau sehingga kegiatan tanam belum dimulai. Namun tidak demikian dengan para petani di kawasan Blora Selatan yang telah memulai kegiatan tanam padi.
Musim tanam pertama (MT-1) disambut antusias para petani, Pemerintah Kabupaten Blora, dan Kementerian terkait. Tahun ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Blora menargetkan lahan tanam padi seluas 11 ribu hektar.

Untuk tiap hektarnya, ditargetkan dapat menghasilkan 6 hingga 7 ton gabah. Khusus untuk lahan padi di kawasan Kecamatan Kedungtuban, DPKP Blora optimis dapat menghasilkan hingga 8 ton untuk tiap hektarnya. Untuk kawasan Blora selatan, panen diperkirakan berlangsung pada akhir Januari 2020.
“Biasanya oleh Kementerian Pertanian dinaikkan sedikit targetnya, namun karena lahannya ini tidak bertambah maka naik turunnya ya sekitar angka itu,” kata Kepala DPKP Blora, Reni Miharti di sela tanam bersama di Desa Ketuwan Kecamatan Kedungtuban, Blora, Rabu (30/10).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perlindungan Tanaman Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Edy Purnawan mengatakan, pihaknya siap memberikan bantuan kepada para petani untuk meningkatkan hasil tanamnya.
“Jika ada sumber air, kita siap bantu pompa untuk dialirkan ke areal persawahan. Jika yang terburuk saat kekeringan terjadi gagal panen atau puso, maka bisa difasilitasi dengan asuransi usaha petani padi, atau mengajukan bantuan benih ke pemerintah agar bisa menanam lagi,” katanya. (jyk)