Persiapan KPU
Sebagai penyelenggara, KPU Blora punya visi sukses pelaksanaan Pilkada 2020. Ada beberapa indikator yang dipasang KPU sebagai ukuran kesuksesan Pilkada 2020. Pertama, daftar pemilih yang akurat. Akurasi daftar pemilih ukurannya, bila semua pemilih yang memenuhi syarat tercatat sebagai pemilih. Kedua, tingkat partisipasi pemilih. Dalam Pemilu 2019 tingkat partisipasi di Blora mencapai angka 80-an persen. Tentu saja ini menjadi PR bagi KPU untuk meningkatkan atau setidaknya mempertahankan tingkat partisipasi pemilih. Ketiga, tidak adanya sengketa pemilihan. Ketiadaan sengketa menunjukkan bahwa KPU telah bekerja secara tepat, cermat dan professional dalam setiap tahapannya.
Tak sekedar sukses pelaksanaan semata, tetapi yang lebih substantif, KPU punya tugas menyambungkan komunikasi antara calon dan pemilih. Sehingga komunikasi dua arah dapat berjalan dengan baik. Saat ini KPU sedang mempersiapkan sejumlah keputusan sebagai aturan main pelaksanaan pilkada. KPU juga tengah mempersiapkan sejumlah media komunikasi antara pemilih dan calon. Harapannya, keduanya (pemilih dan paslon) akan semakin memahami.
Tugas utama yang lain adalah pendidikan bagi pemilih. KPU punya kepentingan meningkatkan kecerdasan pemilih. Ada 4 hal penting yang akan selalu dikampanyenyakan KPU, yakni Anti Money Politik, Anti Hoaks, Anti Golput dan Anti Sara. Empat hal ini sangat penting, karena inilah 4 penyakit yang seringkali merusak Pemilu atau Pilkada. Kerja berat ini tentu tidak akan dapat dilakukan KPU sendirian, tetapi harus bersama-sama dengan elemen negara dan masyarakat yang lain, termasuk partai politik. Harapannya pilkada yang mampu menciptakan pemimpin terbaik akan terwujud. Semoga!!
Tentang Penulis: Mohamad Khamdun merupakan Ketua KPU Kabupaten Blora
*Opini di atas adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi Bloranews.com