ANGGOTA LEGISLATIF DI DOMINASI LAKI-LAKI, BEGINI TANGGAPAN FOUNDER PEREMPUAN MENGAJI

Dari total 45 anggota legislatif di Kabupaten Blora 2019-2024, 90% adalah kaum laki-laki. Tercatat hanya 5 anggota legislatif yang berjenis kelamin perempuan, selebihnya adalah laki-laki.
founder Perempuan Mengaji, Muhim Nailul Ulya.

Blora – Dari total 45 anggota legislatif di Kabupaten Blora 2019-2024, 90% adalah kaum laki-laki. Tercatat hanya 5 anggota legislatif yang berjenis kelamin perempuan, selebihnya adalah laki-laki.

Menanggapi kondisi tersebut, founder Perempuan Mengaji, ning Ulya, menyebutkan ada beberapa faktor penyebab. Pertama, ketidakpercayaan diri kaum perempuan.

“Menurut saya, inferiority masih menjadi masalah bagi mayoritas perempuan di Blora. Beberapa perempuan di Blora merasa belum mampu atau belum pentas berperan lebih banyak di pemerintahan,” jelasnya, Senin, (29/11).

Kedua, ning ulya menyebut lingkungan yang kurang mendukung juga menjadi faktor penghambat perempuan untuk terjun di ruang birokrasi.

“Kemudian faktor lingkungan juga berpengaruh. Semisal ada perempuan yang ingin terjun, kadang tidak diperbolehkan oleh keluarga, saudara atau pihak lainnya,” tuturnya.

Dan yang terakhir, beliau merasa stigmatisasi dan domestifikasi perempuan di Blora masih kental, sehingga berpengaruh pada peran perempuan di ruang publik.

“Dan yang paling utama adalah problem stigmatisasi dan domestifikasi perempuan. Saya menilai hal itu masih kental di Blora. Budaya klasik perempuan tugasnya hanya di rumah masih sangat mendominasi, sehingga menghambat keterlibatan perempuan di ruang publik,” pungkasnya tegas. (kin).