METERAN KEMBALI DIPASANG, DUA SISWA BISA BELAJAR DENGAN TENANG

SEMANGAT: Adinda Kirana kelas 1 SDN 5 Jepon dan Karinia Putri Kelas 7c SMPN 1 Jepon saat belajar usai aliran listrik di pasang kembali oleh petugas PLN tadi sore.
SEMANGAT: Adinda Kirana kelas 1 SDN 5 Jepon dan Karinia Putri Kelas 7c SMPN 1 Jepon saat belajar usai aliran listrik di pasang kembali oleh petugas PLN tadi sore.

Blora – Setelah dua malam gelap-gelapan, Dua pelajar di Jepon beserta keluarga akhirnya bisa menikmati aliran listrik kembali. Sebab petugas PLN Blora sudah mengembalikan meteran listrik dan memasangnya di tempat semula.

Pemasangan dilakukan oleh 2 petugas PLN. Sekitar pukul 15.30. Saat ini Kedua siswa tersebut bisa tenang belajar. Apalagi besok sudah ujian sekolah. “Alhamdulillah sudah murup (menyala listriknya, red). Sekitar jam 15.30. Matur nuwun pak bupati dan pak PLN,” terang Karinia Putri, Siswa Kelas 7c SMPN 1 Jepon kemarin.

Dia mengaku, malam ini bisa belajar dengan tenang. Harapannya, besok pagi bisa mengerjakan test dengan baik dan lancar. “Terimakasih sudah menyala listriknya. Nanti malam bisa belajar lagi dengan tenang,” tambahnya.

Dirinya juga sempat mentag Bupati Arief Rohman di IG Ini¬_blora. Dalam postingan tersebut, pelajar kelas 7C ini menceritakan kronologi pencabutan aliran listrik oleh petugas PLN. “Bapak bupati terima kasih banyak. Saya Ananda Karina Putri. Kemarin ibu saya terlambat membayar 6 hari. Terus hari Sabtu sore meteran listrik di rumah sudah tidak ada dan dicabut tanpa ijin. Dan alhamdulillah sore tadi sudah dipasang lagi sama pak PLN dan saya bisa belajar dengan tenang. Terima kasih bapak bupati. Semoga sehat selalu,” tulis Coment dalam IG Ananda Karina Putri dengan IG @karr¬¬_ajakli.

Dia juga mengaku sedih karena 2 hari petengan (gelap-gelapan, red). Padahal hanya telah 6 hari langsung dicabut sambungan listriknya. Namun dia bersyukur sebab tadi sore sudah dipasang kembali. Dia juga bisa belajar dengan tenang.

Postingan tersebut lantas dibalas oleh akun Bupati Arief Rohman yaitu @ariefrohman838. “Sami-sami, terus semangat belajar ya, semoga dapat prestasi terbaik,” pesannya.

Sementara itu, Muhadi, orang tua Karin mengaku bersyukur aliran listrik di rumahnya sudah kembali menyala. Dia juga berharap ke depan tidak lagi ada kejadian serupa seperti dirinya. Kalaupun mau mengambil atau memutus diharapkan kulonuwun terlebih dahulu. Mengabari pemilik rumah. Sehingga bisa mempersiapkan segala sesuatunya.

“Tadi ada dua petugas. Harapane lain kali ojo dibaleni. Kalau memutus, mbokyoo Kulonuwun, pantese ngoten. Dua malam petengan. Alhamdulillah ini sudah dipasang lagi. Besok anak-anak test Semester. SD dan SMP. Jadi bisa belajar dengan tenang,” paparnya.

Sebelumnya, Adinda Kirana kelas 1 SDN 5 Jepon dan Karinia Putri Kelas 7c SMPN 1 Jepon terpaksa belajar gelap-gelapan. Hanya mengandalkan penerangan dari lilin. Sebab sambungan listrik di rumahnya dicabut atau diputus sementara oleh petugas PLN. Pemutusan ini karena Muhadi dan Putri Oktaviana Nayoari telat bayar tagihan listrik. Besarannya Rp 20.200.

Akibatnya, sejak Sabtu malam, Karinia sekeluarga petengan (tidak ada lampu listrik, red). Belajarpun jadi kacau. Tidak nyaman. Orangtuanya juga sudah datang ke PLN. Namun diminta untuk menunggu hingga Selasa. (sub).