Tunjungan- Setelah sebelumnya ditemukan beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berulat dan tidak layak konsumsi di E-Warong Toko Barokah Desa Tutup Kecamatan Tunjungan Blora, kali ini beras berulat kembali ditemukan.
Giliran Bloranews.com menemukan di E-Warung Toko Bela, Desa Nglangitan, Tunjungan. Pemilik E-Warong memasok beras dari penggilingan padi (selepan, red) di desa setempat. Saat ditunjukkan ada ulat di beras tersebut, pemilik E-Warong pun kaget.

Justru, E-Warong milik Ngasijan baru mengetahui kalau beras yang belum diambil keluarga penerima manfaat (KPM) itu berulat. Namun, dia mengaku sisa 6 bungkus beras yang dia berikan tersebut bagus dan layak dikonsumsi.
”Semua sudah pada ambil mas. Ya tinggal ini (6 bungkus, red) yang belum diambil. Iya ya mas…berulat ya….saya malah baru tau,” ujarnya setengah tidak percaya sambil memegang bungkusan beras yang berulat, Selasa (29/01).
Diceritakan pula, piihaknya memenuhi kebutuhan beras untuk KPM dari penggilingan desa setempat.Ia pun mengaku membeli dalam jumlah besar dalam karung. Baru kemudian, ia melakukan pengemasan sendiri sesuai takaran yang dibagikan untuk KPM yakni 8,5 kg per KPM.
“Ini saya belinya Rp 9.000/kilogram. Sementara untuk telur 1 kg harga Rp 25 ribu. Isi berasnya 8,5 kg,” jelasnya.
Diketahui, beras BPNT berulat yang seharusnya diterima KPM, kerap kali malah dijual atau ditukar dengan beras kualitas baik dan layak konsumsi. Sehingga, jatah yang semula harus diterima seberat 8,5 kg, KPM akhirnya harus rela menerima kurang dari 8,5 kg asal berasnya berkualitas baik. (one)