
Tunjungan – Kabupaten Blora, walaupun secara komposisi tanah merupakan kawasan tanah berkapur dan gersang memiliki potensi pengembangan pertanian. Salah satu potret pengembangan pertanian di kabupaten Blora adalah sentra budidaya tanaman buah di Tunjungan. Selain menjadi tempat budidaya tanaman buah di Blora, kecamatan Tunjungan juga dikenal karena memiliki salah satu waduk terbesar di Blora. Berikut ini 13 fakta kecamatan Tunjungan yang berhasil dihimpun Bloranews.com
- Di perbukitan Greneng desa Tunjungan terdapat budidaya tanaman buah. Buah yang dikembangkan di kawasan ini adalah Pepaya, Kelengkeng dan Durian.
- Di kawasan yang sama terdapat salah satu waduk terbesar di kabupaten Blora, Waduk Greneng. Waduk ini merupakan tandon air pertanian di kawasan Tunjungan.
- Di wilayah hutan kecamatan Tunjungan juga terdapat mata air Banyu Banger. Masyarakat percaya bahwa mata air ini mengandung unsur yang dapat mengobati penyakit kulit seperti gatal-gatal dan bisul.
- Kecamatan Tunjungan juga dikenal sebagai kecamatan pendidikan. Hal ini karena di kecamatan ini terdapat lebih banyak lembaga pendidikan dibanding kecamatan lain di kabupaten Blora.
- Dua sekolah menengah atas yang populer di Blora terletak di kecamatan Tunjungan. Sekolah tersebut adalah SMA Negeri 1 Tunjungan dan SMK Negeri 1 Blora.
- Selain itu, di kecamatan Tunjungan juga terdapat SMK Pertanian Al Alif, SMK Kesehatan Bhakti Husada dan Akademi Kebidanan Wira Husada Nusantara.
- Di desa Tutup kecamatan Tunjungan terdapat sentra industri tempe tradisional. Tempe yang dihasilkan di sentra industri ini menggunakan daun Ploso sebagai pembungkusnya.
- Secara geografis, kecamatan Tunjungan berbatasan dengan kabupaten Rembang di sebelah utara. Di sebelah timur kecamatan Tunjungan berbatasan dengan kecamatan Blora.
- Di sebelah selatan, kecamatan Tunjungan berbatasan dengan kecamatan Banjarejo sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Japah dan kecamatan Ngawen.
- Luas kecamatan Tunjungan adalah 101,81 kilometer persegi dengan penduduk sebanyak 46.229 jiwa (2014).
- Kecamatan Tunjungan terdiri atas 15 desa, desa terluas adalah desa Tunjungan (29,7 kilometer persegi) sedangkan desa tersempit adalah desa Kedungringin (1,84 kilometer persegi).
- Komoditas pertanian kecamatan Tunjungan adalah Padi, Jagung dan Ketela Pohon. Buah yang dihasilkan di kecamatan Tunjungan adalah Mangga, Pisang dan Durian. Cabai merupakan sayuran yang banyak dihasilkan oleh petani kecamatan Tunjungan.
- Di sub-sektor perkebunan, kecamatan Tunjungan menghasilkan Tembakau, Kapas dan Kapuk. Sedangkan di sub-sektor pertanian kecamatan Tunjungan menghasilkan Sapi, kambing dan Ayam Kampung.
Editor : Sahal Mamur
Foto : Az Zulfa
*Dihimpun dari berbagai sumber.